Bayangkan anda telah membuat desain yang sangat – sangat keren, sampai – sampai anda mengklaimnya sebagai karya terbaik anda selama anda hidup anda. Karena senangnya, anda berniat untuk menunjukkan desain anda kepada teman atau kolega anda. Anda copy file .cdr hasil desain anda tadi, kemudian anda bawa ke komputer teman anda. Ketika file itu dibuka di komputer teman anda, apa yang anda jumpai ? Pertama, anda melihat kotak dialog missing font, kemudian setelah anda klik OK apa yang terjadi. Ternyata desain yang anda anggap keren tadi menjadi desain yang amburadul karena font yang ada didalamnya tidak dideteksi alias komputer anda tidak mensupport font yang anda pakai dalam desain anda tersebut.
Kacau sekali rasanya …
Nah, itu sekilas saja masalah yang sering dijumpai oleh para desain grafis. Mungkin itu tadi hubungannya baru ke teman anda, tapi jangan diremehkan, nanti kalau sudah menyangkut hubungan kerja yang melibatkan deadline. Bagaimana nasib karir anda ?
Disetiap computer memang tidak mempunyai jumlah dan jenis font yang sama. Sama seperti kasus diatas, ketika anda membuat file desain dari corel draw, anda juga harus berhati hati dalam pemilihan jenis font yang digunakan. Siapa tahu ketika sudah siap cetak, komputer di percetakan tidak mendukung font seperti yang komputer anda punyai. Bisa berabe kan ???
Bisa saja sih anda ikut mengcopykan semua font yang anda gunakan ketika anda mendesain. Tapi apa tidak susah, kalau sudah bekerja dengan desain yang kompleks, dengan jenis font yang sangat bervariasi. Saya yakin anda pasti akan kesulitan untuk mengcopy font satu persatu. Lalu, adakah solusi yang lebih mudah ? ada, jawabnya.
Dalam tulisan kali ini, saya akan memberika tips agar desain anda sekeren apapun, dengan font jenis apapun akan tetap dikenali di komputer lain. Oke, kita mulai ke tips pertama,
1. Convert semua font ke dalam bentuk kurva
Untuk cara ini, semua teks yang anda buat akan dikenali sebagai sebuah kurva bukan sebuah font lagi. Jadi anda tidak perlu kuatir lagi akan adanya font yang missing.
Langkahnya :
Setelah desain jadi,
Seleksi semua teks, dengan cara Klik Edit – Select – Text
Tekan Ctrl + Q
selesai.
Tapi, khusus untuk cara ini setelah teks di convert, anda sudah tidak bisa untuk mengedit kembali teks yang anda buat. Jadi, pertimbangkan baik – baik kapan anda harus mengconvert teks tersebut.
Kalau saya, biasanya saya buat 2 file. File pertama desain asli dan file kedua adalah desain yang teks nya sudah di convert. Jika desain dirasa sudah siap cetak, file yang diserahkan adalah file yang kedua.
Nah, bagaimana? Simpel kan.
Tapi, saya masih ada tips yang kedua. Yang pastinya tak kalah mudahnya …
2. Memanfaatkan Service Bureau
Anda tidak perlu mengconvert teks dalam desain file .cdr anda. Dengan cara ini anda dapat menyimpan desain dalam bentuk .cdr, lengkap dengan semua copy-an font yang anda gunakan, dan format .pdf nya. Semuanya tersimpan dalam satu folder.
Jika anda ingin membuka file .cdr nya, sebelumnya anda tinggal mengcopykan saja font yang telah disertakan bersama file .cdr tadi ke dalam folder Windows – Font. Lalu, file .cdr nya siap dibuka tanpa ada font yang missing.
Langkahnya :
Setelah desain jadi,
klik File
pilih Prepare for Service Bureau
klik opsi pertama
Klik Next
tandai Copy Fonts
Klik Next
tandai Generate pdf File (jika anda ingin menambahkan file dalam bentuk .pdf)
pilih lokasi dimana mau disimpan
Klik Next
Klik Finish
Oke, mungkin kedua tips itu yang dapat saya sampaikan kali ini. Semoga bermanfaat bagi teman – teman semua.





March 9, 2009 at 1:51 pm
kebetulan banget nih…
aye memang punya masalah serupa namun sebaliknya file yang dari word dah aye convert ke pdf kemudian gw mo pake di corel, gmn tuh soalnya setelah masuk ke corel sering missing font…, aye pernah denger katanya da plugin pdf tuk mengconvert teksnya…tolong bales ya tau ke emial aye ja. thank banget..
March 10, 2009 at 2:42 pm
O iy, terima kasih mas..
akan coba saya jawab.
coba cek email nya..
October 26, 2009 at 11:31 pm
bagus baru aku tauuu nih