Fenomena penurunan tarif angkutan umum

Beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang menonton acara berita malam di salah satu stasiun TV swasta (baca : TVOne), saya menangkap sebuah berita menarik waktu itu.

Dikatakan dalam berita itu bahwa di Jakarta, DPR setempat telah memutuskan untuk menurunkan tarif angkutan umum sebesar 500 rupiah dikarenakan pertimbangan bahwa pemerintah pusat telah menurunkan harga BBM sampai 3 kali. Namun dilain tempat, pihak penyedia jasa angkutan umum menolak keputusan itu. Pihaknya menilai bahwa, keputusan itu tidak memperhitungkan nasib angkutan umum sekarang. Dari pendapat beberapa supir angkutan umum yang beroperasi, mereka mengatakan menolak keputusan tersebut dan mengancam akan mogok beroperasi jika pemerintah tetap meneruskan keputusan tersebut.

“Memang, BBM sudah diturunkan sampai 3 kali, tetapi target setoran dari bos tetap masih tinggi dan harga suku cadang kendaraan juga mahal.”
begitu kira kira yang dikatakan supir angkutan itu.

Lain supir angkutan, lain pendapat pula dengan masyarakat umum.
Masyarakat tentu menyetujui keputusan penurunan tarif angkutan ini. Karena memang mereka merasa diuntungkan.
Bahkan ada yang berkomentar, kalau seharusnya penurunan tarif ini tidak hanya 500 rupiah tetapi 1000 rupiah.

“Karena kalau 500 rupiah mah, belum begitu ngefek..”
kata salah seorang ibu rumah tangga.

Setelah melihat berita tadi, saya jadi berpikir..

Dulu sebelum harga BBM naik, seluruh rakyat Indonesia protes keras terhadap kebijakan ini.
Baik dari rakyat biasa, mahasiswa, pengusaha, dll.
Karena kenaikan harga BBM akan berimbas pada kenaikan harga sembako, tarif angkutan, dll.

Benar, ini terbukti

Dan sekarang, ketika harga BBM sudah diturunkan,
Ternyata keadaan tidak bisa langsung kembali seperti dulu sebelum harga BBM dinaikkan.
Justru malah timbul masalah baru. Contohnya kasus di atas.

Pemerintah sudah memutuskan penurunan tarif angkutan,
Ada pihak yang setuju, ada juga yang kontra dan menolak dengan berbagai alasan.

Lantas, bagaimana pemerintah seharusnya bertindak ??

Selanjutnya, bagimana pendapat dari kalangan mahasiswa ??
Monggo silahkan beri komentar,

Leave a Reply