Berhenti bercanda dengan kata ‘autis’ !!

Apakah sering kita dengar orang bilang seperti ini “Eh, kamu ngapain sih? autis banget!”, atau seperti ini “Dia kan orangnya autis !” padahal sebenarnya orang yang dimaksud itu tidak autis sama sekali. Bahkan kita sering mendengar orang bercanda seperti ini “Ngautis dulu ah..” atau kalimat bercandaan lain yang sering kita dengar di telinga kita.

Saya ingin tanyakan kepada mereka yang bilang seperti itu, apakah kalian tau autis? apakah kalian tau kondisi orang dengan gangguan spektrum autis? Saya yakin tidak! Karena jika kalian tau, kalian tidak akan lagi berucap seperti itu.

Mungkin,, bagi mereka, kata autis dianggap sebagai suatu yang rendah atau sebagai bahan gurauan. Bahkan banyak orang yang menyebut orang dengan gangguan spektrum autis sebagai ‘penderita autis’. Apakah mereka itu menderita, sehingga mereka dicap sebagai penderita? Dulu saya pernah menyebut seperti ini juga, dan saya ditegur keras. Setelah tahu kondisi yang sebenarnya, saya berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Sesungguhnya mereka adalah orang yang sangat bahagia kawan. Mereka juga adalah orang yang kuat. Mereka bermain layaknya anak-anak seumuran mereka. Mereka juga hidup layaknya orang pada umumnya. Mereka sama seperti kita, bahkan mereka dianugerahi sesuatu yang spesial. Kelebihan mereka.

Saya pernah berinteraksi dengan anak dengan gangguan spektrum autis, yang seumuran anak SD. Ketika ia diminta untuk berhitung perkalian 3 digit, ia bisa menyelesaikannya dengan sangat baik. Yang menjadikan mereka spesial adalah, mereka menyelesaikannya dengan cara mereka sendiri. Cara yang tidak pernah kita mengerti dari mana datangnya dan bagaimana prosesnya. Seolah cara itu hanya ia miliki sendiri di dalam dunianya.

Kawan, apakah kalian bisa merasakan perasaan para orang tua yang dianugerahi anak dengan gangguan spektrum autis? Bagi mereka para orangtua, saya berikan 4 jempol, bahkan kalau masih bisa, saya berikan tambahan lagi. Apresiasi sepenuhnya untuk mereka. Mereka adalah potret orang – orang yang sangat sabar, dan bersyukur atas nikmat Tuhan yang diberikan.

Tulisan ini sekedar berbagi pemikiran dari saya, yang dulu pernah mendapatkan kesempatan sebentar untuk berinteraksi langsung dengan anak – anak dengan gangguan spektrum autis.
Sejak saat itu, saya berjanji tidak akan menggunakan kata ‘autis’ lagi untuk bercanda.

Mari kawan, berhenti bercanda dengan kata ‘autis’ !!

Quote :
“Andai saya dapat menjentikkan jari dan berubah menjadi individu non-autis, saya tidak akan melakukannya, karena autis adalah bagian yang telah menjadikan diri saya” — Temple Grandin (Peraih gelar profesor di bidang animal science)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s