Just for fun.. look at those photos below..
Berikut adalah video tentang seorang Bin Man dari London, yang mencoba untuk bekerja selama beberapa hari di Indonesia. Bagaimana tanggapan dia ketika harus menjadi tukang sampah di Indonesia? Saksikan video ini.
Pada kesempatan kali ini, akan saya tulisakan sebuah cerita tentang asal – usul terjadinya pegunungan seribu yang membentang dari Pacitan (Jawa Timur), Wonogiri (Jawa Tengah), Gunungkidul (DIY), hingga Kebumen (Jawa Tenah). Gunungkidul adalah tanah kelahiran saya, sehingga saya terinspirasi untuk menuliskan cerita ini. Cerita tentang pengangkatan samudra.
Apa yang anda pikirkan pertama kali ketika mendengar kata Gunungkidul? Suatu daerah yang tandus, kering, gersan, dan kurang air. Mungkin anggapan tersebut ada benarnya, tapi apakah pernah terpikirkan di pikiran anda, tentang asal – usul terbentuknya daerah tersebut?
Perlu diketahui bahwa kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta sebenernya bisa diibaratkan sebagai sebuah mangkok. Dimana kota Jogjakarta yang berada di tengah – tengah, diapit oleh dua gunung besar yaitu Gunung Merapi di perbatasan utara, dan Gunungkidul (Pegunungan Seribu) di perbatasan selatan dan timur. Anehnya kedua gunung ini memiliki tekstur yang sangat berbeda. Daerah Gunung Merapi merupakan daerah yang sangat subur. Tanahnya kaya akan unsur hara karena telah banyak tercampur oleh endapan vulkanik yang menyuburkan. Sehingga disana sangat cocok untuk daerah pertanian. Bahkan di sepanjang lereng Merapi, terdapat banyak sekali mata air yang dapat mencukupi kebutuhan air bagi penduduk sekitar.
Lalu bagaimana dengan Gunungkidul?
Gunungkidul, yang wilayahnya sebagian besar dilewati oleh pegunungan seribu terbentuk pada masa zaman Pleistosen (jutaan tahun lalu). Kala itu, saat lempeng – lempeng bumi masih sangat labil dan terus bergerak (sekarang juga masih), terjadilah tumbukan antara lempeng bagian asia dan lempeng bagian samudra hindia. Di satu sisi, lempeng asia yang terus bergerak ke selatan, dan di lain sisi lempeng samudra hinda terus bergerak ke utara. Tumbukan ini terjadi terus menerus selama beratus – ratus tahun, hingga menghasilkan energi yang begitu besar yang tersimpan di dalam perut bumi. Energi ini terkumpul di dalam perut bumi selama ratusan tahun, hingga pada suatu saat ketika permukaan bumi tak mampu lagi menahan dorongan kuat energi ini akhirnya energi ini pun mencuat ke permukaan.
Proses ini mengakibatkan perubahan yang sangat drastis dari permukaan bumi. Oleh karena dorongan yang sangat kuat dari dalam perut bumi, akhirnya energi tersebut dapat mengangkat dasar samudra hingga muncul ke permukaan dan terbentuklah struktur permukaan bumi baru dengan kondisi yang berbukit – bukit, yang kita kenal sekarang ini dengan Gunungkidul.
Apabila kita lihat struktur batuan yang ada di Gunungkidul, maka kita akan dapat melihat jelas struktur batuan yang sama dengan batuan di dasar laut. Bahkan di beberapa daerah, kita bisa menemukan beragam fosil hewan laut. Hal ini membuktikan bahwa memang dahulu Gunungkidul adalah dasar lautan yang terangkat ke permukaan.
Jadi begitulah asal usul terbentuknya daerah pegunungan seribu yang kita kenal hingga sekarang. Khususnya Gunungkidul, tanah kelahiran tercinta penulis
Iri hati adalah suatu sifat tidak senang akan rizki / rejeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang lain. Orang yang memiliki sifat iri cenderung untuk merusaha menyaingi orang tersebut.
Allah sangat melarang sifat iri hati, karena apapun yang telah didapatkan oleh orang lain adalah sudah merupakan ketentuan Allah. Dalam hadits dikatakan:
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Nabi SAW bersabda,
“Jauhilah oleh semua sifat dengki/iri hati itu, karena sesungguhnya sifat dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan sebagaimana apai menghabiskan kayu bakar “
(HR Abu Dawud)
Iri hati hanya boleh dalam dua hal, sesuai dengan hadits:
Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
Postingan ini ditulis untuk senantiasa mengingatkan penulis untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah didapatkan.